CeritaDewasa Sex Dengan Ibu Mertua. Cerita dewasa ini adalah salah suatu pengalaman nyata dari warna warni kehidupan ini. Nafsu sex telah membutakan segalanya, nafsu sex telah menghilangkan akal sehatku, sehingga muncul cerita dewasa yang ga pantas ini. Sebelum aku menceritakan cerita sex dewasa ini, perkenalkan dulu namaku Roy, umur 32 tahun. CeritaSex-Dewasa : Diah, Aku Dihamili Ayah Mertuaku Unknown. Wednesday, August 5, This is The Story. Saat itu aku, seorang wanita berumur 24 tahun, baru saja melepas masa lajangku dalam mahligai pernikahan bersama seorang pria pujaan hatiku dan amat kucintai. Mertuaku dengan mengerang-erang menggerumusi rambutku dan meremas-remas payu Akukadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Riris istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertuaku disetubuhi ayah mertuaku, aku bayangkan kemaluan ayah mertuaku keluar masuk vagina ibu mertuaku, Ooh alangkah! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertuaku. ceritaseks dewasa dengan ibu ibu stw kumpulan cerita, cerita dewasa jilbab bugil ngentot cerita dewasa ngentot, cerita ngentot memek mertua kutaklukkan ibu mertuaku, cerita dewasa blogs gambar dan yang lainnya di wordpress, vidio ibu2 gendut lgi netot iklanin gratis, cerita ngentot koleksi cerita dewasa CeritaDewasa - Kenalkan nama saya Eko, 17 tahun, dan Kiki, 16 tahun.. cerita ini terjadi 7 bulan yang lalu dan sejauh ini semuanya dimulai ketika saya pulang dari sekolah di sore hari, kos saya dan Kiki hanya bersebelahan . dan saat itu kamar kiki tidak terkunci, jadi saya hanya pergi ke kamar kiki untuk mengajaknya makan. Ketika saya masuk, saya melihat Kiki tidur tanpa selimut. StimMelayu- Aku Dan Mertua Ku | Melayu Cerita Lucah ,Cerita Lucah ,Gambar Bogel, Awek Melayu Bogel, Gambar lucah, Video Lucah, Klip Lucah, 3gp Lucah, Buku Lucah, Novel Lucah, Awek Cun Comel, Selfie Bogel, Makcik Minah Tudung, Skodeng. Kisah ini berlaku pada diriku bermula 2 tahun dahulu dan telah berterusan sehingga kini. Aku tidak minta . Suamiku selingkuh dengan ibu mertua Kehidupan rumah tangga Aila mulai hancur saat datang istri baru ayah mertuanya yang masih muda dan cantik. Suami Aila, Rendy, mulai meninggalkannya dan membuat Aila menderita. ibu mertua tiri membuat Aila seperti pembantu di rumahnya sendiri, menghinanya, dan membuat suami Aila berpaling darinya. Hati Aila merasa semakin hancur ketikan mengetahui perselingkuhan suaminya dengan ibu mertuanya sendiri. Dokter Alex yang merawat ayah mertua Aila pun membantunya dari keterpurukan itu, meningkatkan kepercayaan diri Aila. viewsOngoing Membungkam Mertua Dengan Penghasilanku Hamdan yang selalu memberikan gaji pada Ibu dan suadaranya, memberikan nafkah hanya 30 ribu pada sang istri. Tanpa mereka tahu Nasna mempunyai penghasilan sendiri, hingga dia bisa lepas dari pernikahan beracun. viewsCompleted Setelah Diusir Ibu Mertua Aku memutuskan keluar dari rumah mertua, setelah anakku disuapi pisang saat umurnya baru tiga bulan. Ibu mertua justru mengusirku, tapi meminta supaya anakku tetap tinggal. Aku tak tinggal diam. Kubujuk suamiku supaya mau hidup terpisah dari sang ibu. Bersediakah suamiku menuruti inginku, ataukah memilih bertahan serumah dengan mengorbankan aku dan anakku? viewsOngoing Ibu Mertua Luar Biasa Anisa memiliki seorang ibu mertua yang sangat penyayang dan selalu membela menantunya. Ibu mertuanya yang bernama Aminah itu memiliki karakter yang berbeda dengan mertua lainnya. Kebaikan hati Bu Aminah menginspirasi Anisa untuk menulis novel berjudul ibu mertua luar biasa. Namun, dibalik kebaikan ibu mertuanya, kehidupan rumah tangga Anisa harus diuji dengan suami egois dan tukang selingkuh. Sementara itu Bu Aminah sangat menyayangi dan selalu membela Anisa karena ia merasa pernah berada di posisi istri yang diselingkuhi suaminya. Maka ia bertekad untuk mengubah sikap putranya yang sering semena-mena pada istri. Apakah Anisa akan bertahan dengan suaminya yang jelalatan dan suka berkhianat? viewsOngoing Kado untuk Ibu Mertua Ines selalu mendapatkan perlakuan buruk dari ibu dan kakak kandungnya. Trauma yang begitu dalam membuat ia menganggap semua orang akan memperlakukan hal yang sama seperti ibu dan kakaknya. Hingga menikah, Ines masih saja minder dan tidak percaya diri. Bayangan ibu yang selalu membedakannya dengan sang kakak selalu mengikuti hingga ia takut dengan yang namanya mertua dan ipar. Akan tetapi, siapa sangka ternyata mertua dan iparnya sangat baik. Mereka menyayangi Ines seperti keluarga sendiri. Hingga di kemudian, ia tahu bahwa Ines bukanlah anak kandung dari ayahnya. viewsOngoing Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua Tepat di hari pernikahan, calon suamiku justru ketahuan menghamili perempuan lain. Perasaanku sulit dijelaskan! Belum lagi, untuk menyelamatkan muka, aku harus menikahi orang yang tadinya calon mertuaku. Walau ganteng dan baik, tapi kan om-om.... viewsCompleted Saat Ibu Mertua Berdiri Dipihakku Dwi, harus menerima kenyataan pahit bahwa dengan lugas Mas Dimas, suaminya berniat ingin menceraikannya. Padahal usia pernikahan mereka hanya berkisar dua minggu saja. Apa yang harus dilakukan oleh Dwi? Apakah dia akan pasrah menerima keputusan suaminya dan berstatus sebagai janda di usia yang masih belia? Yuk ikuti ceritanya! viewsCompleted Ibu Mertua Melarang BerKB Melati dilarang menggunakan KB oleh ibu mertuanya, karena ibu mertuanya itu menginginkan cucu yang banyak darinya, padahal kehidupan mereka jauh dari kata cukup. Mereka hanya tinggal di sebuah rumah petak yang hanya memiliki dua buah kamar, bahkan suami Melati hanyalah seorang sopir angkutan umum. Melati akhirnya menuruti kemauan ibu mertuanya itu, hingga ia kini memiliki 4 orang anak di usianya yang ke 32 tahun. Hal tersebut menjadikan dirinya bahan bullyan tetangga, karena harus tinggal di rumah yang sempit dengan anggota keluarga berjumlah 7 orang. Namun, tanpa Malati tahu, rupanya mertuanya itu adalah seorang konglomerat yang berpura-pura hidup miskin. 0382 viewsOngoing Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua Meski sudah menikah, keluarganya tak pernah berhenti mengintimidasi dan meminta uang kapan saja, sementara orang-orang yang iri selalu berusaha menjatuhkan Hana. Mulai dari teror lewat pesan teks berantai, maupun bullyan verbal saat Hana muncul di ruang publik. Hingga suatu hari, sebuah rahasia akhirnya terbongkar kalau ternyata orangtua yang selama ini merawat Hana bukanlah orangtua kandungnya. viewsOngoing Membungkam Nyinyiran Mertua Dan Tetangga Dengan Kesuksesan Hubunganku, yang tidak direstui oleh Ibu dari suamiku. Ternyata, malah berdampak buruk, terhadap kehidupan rumah tanggaku. Aku, selalu dihina dan diremehkan oleh Ibu mertuaku. Bahkan, kata-kata pedas pun selalu keluar dari mulutnya. Ibu selalu membicarakan kejelekanku, kepada setiap orang. Bahkan, terkadang ia selalu melebih-lebihkannya. Sehingga, orang-orang selalu menilaiku, menantu tidak tahu diri. Selain Ibu, ada juga tetangga yang mulutnya selalu nyinyir, terhadapku. Dia selalu mencari celah buat menghinaku. Tetapi, semua penghinaan yang aku terima, baik dari Ibu mertua atau dari si tetangga. Berangsur menghilang, seiring berjalannya waktu. Karena, kini mereka tahu, kalau aku ini siapa, tanpa harus menunjukan siapa aku. Mau tau tentang kisahku ini, ayo cus baca! Jangan lupa subscribe, kasih komentar serta love di setiap babnya. Terima kasih. viewsCompleted Aku adalah lelaki yang sangat beruntung memiliki seorang istri yang cantik, baik, dan sangat setia. Tapi entah kenapa aku malah bisa-bisanya menghianati kesetiaannya, meskipun dia tidak pernah perselingkuhan ini terjadi 1,5 tahun lalu ketika kami baru saja pindah rumah. Dan rumah yang kami tempati memang jadi cukup jauh dengan orang tua kami. Sehingga hampir sebulan dua kali ibu mertuaku suka menginap di rumah kami, sekedar untuk menengok istri dan mertuaku orang biasa sewajarnya wanita berusia 41 tahun, dia memiliki tubuh gempal dengan tinggi sekitar 160 cm. Wajahnya manis dan kulitnya putih mulus, sangat serasi dengan penampilan jilbab dan baju kurung yang tertutpnya. Hubunganku dengannya biasa saja, terlelu dekat tidak, jauh pun itu aku sudah mengira kalo di rumah akan ada ibu mertuaku yang biasa ku panggil mamah Lilis. Ternyata tebakanku tepat, dia tengah memasak dengan istriku.“wah kayaknya masak nih!” kataku.“eh yang udah pulang!” seru istri ku penuh akupun beranjak menuju kamar mandi untuk mandi. Rupanya disana aku melihat sebuah cd yang tergantung pada sebuah paku. Aku yakin kalo itu bukan milik istriku, dan aku menira cd itu pasti milik mamah Lilis, soalnya kelihatah dari ukurannya yang besar. Kuambil dan tercium aroma sedap darti cd itu. Ya tepat, itulah aroma vagina yang menempel di cd warna kerm itu. Aku hirup lagi aromanya yang cukup menggairahkan, tak sadar ternyata penisku berdiri karena aroma tersebut. Aku berpikir, cd nya aja sudah menggairahkan, apalagi veginanya.“Sial, apa-apaan aku, dia kan ibu mertuaku” aku selesai mandi dan siap untuk berkumpul bersama keluargaku. Malam itu memang agak special, karena mertuaku membuatkan kami karedok buatannya yang sangat aku sukai. Kamipun menyantapnya dengan penuh suka cita dan rasanya mneyenangkan banget bisa makan bersama denagan istri dan mertuaku. Sesekali aku pandangi wajah mertuaku karena aku masih kepikiran aroma dari cd nya tadi. Kulihat senyumnya yang manis, kemudian pandanganku mulai turun ke bagian dada yang terlihat dangat menonjol lekukan gunung kembar yang sangat besar. Kayaknya memang sudah tidak kencang, tapi tetap indah dipandang.“bapak gak ikut mah?” tanyaku basa-basi“bapak kan kerja di jakarta!” jawab mertuaku penuh kenapa aku berpikir yang menyimpang, apadahal dia adalah ibu mertuaku, tapi entah kenapa aku seakan ingin bersenggam dengannya. Kemudian aku membayangkan bagaimana kalo malam ini aku bercinta dengannya, kayaknya asik pikirku. Tapi bagaimna bisa, selain dia mertuaku, belum lagi disini ada istriku. Beberapa lama kemudian istriku mengambil minuman penutup yaitu bandrek kesukaanku. Kamipun menutup acara makan malam kami dan karena kami sudah cape dan ngantuk makanya kami pun langsung kenapa malam itu mertuaku ingin tidur bareng istriku, dan menyuruhku tidak pindah tapi bertiga saja sekamar. Aku sih tidak ada masalah, dan mau-mau saja, kebetulan ranjang kami besar dan lebar, bahkan muat untuk 4 orang juga. Istriku ingin mertua tidur di tengah karena dia tidak biasa kalo tidur di tengah-tengah. Mertuaku pun tidak mempermasalahkannya dan kami pun tidur dengan posisi ibu mertuaku tidur di tengah antara aku dan istriku dan kamipun mulai pukul setengah 12 malam aku terbangun karena ingin buang air kecil. Setelah itu aku kembali ke kamar dan aku melihat mertuaku yang tidur membalik ke arah istriku. Kulihat jelas pantatnya yang besar yang kala itu dia menggunakan baju kurung warna biru. Dia juga mengenakan kerudung sekalipun lagi tidur. Akupun melihat betisnya yang ptih mulus dan berisi. Pikiran negatifku pun kembali muncul dan membuatku berpikir untuk mencumbunya. Aku segera berbaring mengarah ke mertuaku yang posisis tidurnya membelakangiku. Penisku semakin berdiri dan ingin sekali rasanya menancapkannya ke liang anusnya yang bualt dan besar perlahan mendekati dan mengenakan kakiku ke betisnya yang lembut itu. Aku diamkan sejenak kemudian aku coba gesekkan perlahan. Rupanya dia memang tidur, dan akupun mulai bergerak perlahan mendekatinya. Aku memperhatikan istriku yang tertidur pulas dan kurasa aman. Lalu aku mencoba menempelkan penisku yang masih terbungkus celana pendekku ke pantat masih diam saja bahkan ketika kumulai gerakkan penisku yang begesekkan dengan pantatnya. Kemudian akupun mulai menggerakan tanganku mengarah ke pahanya dan perlahan aku elus-elus. Tiba- tiba istriku bergerak membuatku kaget dan langsung menghentikan gerakanku. Ternyata dia mengigau. Ah sial pikirku yang sudah melepaskan kaki dan tanganku dari tubuh mertuaku. Akupu ingin melakukannya lagi tapi takut kali ini mertuaku menit kemudian mertuaku bergerak merapat kepadaku, rupanya dia bangun karena dia batuk. Aku heran kenapa dia bergerak padaku. Langsung saja otak mesumku bereaksi dan menggerakan tanganku untuk merabanya lagi. Saat aku merabanya, mertuaku batuk dan mengagetkanku. Tapi dia hanya diam saja. Lalu kulihat dia menyingkapkan rook nya sedikit keatas sehingga terlihat sampai ke belakang lutunya. Aku yakin kalo dari tadi mertuaku bangun dan sadar kalo aku meraba-rabanya. Kemudian aku nekad bertnaya padanya.“mamah dari tadi nggak tidur?” bisikkuDia hanya diam saja, padahal aku tahu pasti kalo dia tidak tidur. Aku berpikir kalo dia pasrah kalo sekalipun aku lakukan sesuatu kepadanya. Kemudian aku lebih merapatkan tubuhku ke mertuaku. Aku buka perlahan penisku yang sudah kembali keras. Aku raih tangan mertuaku dan mengarahkannya ke penisku, dan aku biarkan dia genggam penisku. Dia hanya diam buak perlahan celanaku sehingga aku hanya mengenakan baju tanpa celan dan memenag tertututpi sama selimut. Kemudian aku naikkan rok mertuaku sambil aku usap pahanya yang mulus dan lembut. Dia sedikit bergerak karena mungkin terangsang olehku.“gerakin dong mah tangannya” bisikku dia melakukan apa yang aku minta. Dia remas dan kocok penisku pelan-pelan. Tenganku mulai masuk ke daerah vaginanya yang ternyata telah basah. Akupun semakin bergairah untuk melakukan hubungan seks gila ini. Kulepaskan tangannya dari penisku dan langsung saja kudekatkan pada anusnya. Aku coba memasukkanya ke lobang vaginanya, tapa ternyata susah karena posisi kami dan juga kami lakukan dengan hati-hati karena takut istriku biarkan saja penisku digencet oleh kedua paha mertuaku yang besar dan berisi. Sementara itu aku meulai membuka risleting bajunya yang terletak di sekali aku lepaskan busananya berikut bra dan cd nya. Kini dia telanjang bulat diantara aku dan istriku, aku ciumi punggung dan menit kemudian aku nekad dan berbisik “mah aku naikki aja mamah ya”Kemudian dia bergerak dan merubah posisi nya jadi berbaring. Akupun pelan-pelan menaiki tubuhnya yang besar itu. Dia masih menutup matanya seakan tak mau tahu kalo aku sedang menungganginya. Sesekali dia mendesah kecil ketika kuremas dadanya. Akupun mulai menciuminya dan menjilati leher samapi aku mulai mengarahkan penisku ke vaginyanya. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk meluputkan penisku ke liang kenikmatannya karen memang vaginanya sudah nggak sempit kocokkan perlahan dan seseklai dpercepat. Aku lakukan itu sekitae 10 menita hingga terasa cairan hangat menyemburpenisku. Rupanya dia telah mencapai surganya. Akupun menyuruhnya merubah dia diatas menindihku, dan mengulang lagi gerakanku tadi. Sampai beberapa menit kemudian aku orgasme dan meledakannya di dalam vagina mertuaku itu. Setelah itu barulah dia berani mebuka matanya dan tersenyum manis padaku. Aku ahnya bisa bilang “maaf mah!”Kemudian dia menciumiku dan memelukku erat. Kami berpelukan sangat lama sekali sampaia akhirnya dia memakai kan kembali busananya pelan-pelan, begitu pula aku karena takut istriku curiga. Setelah itu kami berciuman lagi beberapa lamanya. Kemudian kami tertidur karena letih dengan permainan gila kami. Bagaimana tidak, aku menyetubuhi mertuaku disamping anaknya sekaligus istriku yang tengah tertidur di ranjang yang paginya aku bangun palingakhir. Dan kuliahat istri dan mertuaku tengah mengobrol di teras depan. Kemudian setelah membasuh muka,aku menghampiri mereka. Kulaihat mertuaku tersenyum tipis, dan aku balas Filter ByUpdating statusAllOngoingCompletedSort ByAllPopularRecommendationRatesUpdated Setelah Diusir Ibu Mertua Aku memutuskan keluar dari rumah mertua, setelah anakku disuapi pisang saat umurnya baru tiga bulan. Ibu mertua justru mengusirku, tapi meminta supaya anakku tetap tinggal. Aku tak tinggal diam. Kubujuk suamiku supaya mau hidup terpisah dari sang ibu. Bersediakah suamiku menuruti inginku, ataukah memilih bertahan serumah dengan mengorbankan aku dan anakku? viewsOngoing Ibu Mertua Luar Biasa Anisa memiliki seorang ibu mertua yang sangat penyayang dan selalu membela menantunya. Ibu mertuanya yang bernama Aminah itu memiliki karakter yang berbeda dengan mertua lainnya. Kebaikan hati Bu Aminah menginspirasi Anisa untuk menulis novel berjudul ibu mertua luar biasa. Namun, dibalik kebaikan ibu mertuanya, kehidupan rumah tangga Anisa harus diuji dengan suami egois dan tukang selingkuh. Sementara itu Bu Aminah sangat menyayangi dan selalu membela Anisa karena ia merasa pernah berada di posisi istri yang diselingkuhi suaminya. Maka ia bertekad untuk mengubah sikap putranya yang sering semena-mena pada istri. Apakah Anisa akan bertahan dengan suaminya yang jelalatan dan suka berkhianat? viewsOngoing Kado untuk Ibu Mertua Ines selalu mendapatkan perlakuan buruk dari ibu dan kakak kandungnya. Trauma yang begitu dalam membuat ia menganggap semua orang akan memperlakukan hal yang sama seperti ibu dan kakaknya. Hingga menikah, Ines masih saja minder dan tidak percaya diri. Bayangan ibu yang selalu membedakannya dengan sang kakak selalu mengikuti hingga ia takut dengan yang namanya mertua dan ipar. Akan tetapi, siapa sangka ternyata mertua dan iparnya sangat baik. Mereka menyayangi Ines seperti keluarga sendiri. Hingga di kemudian, ia tahu bahwa Ines bukanlah anak kandung dari ayahnya. viewsOngoing Saat Ibu Mertua Berdiri Dipihakku Dwi, harus menerima kenyataan pahit bahwa dengan lugas Mas Dimas, suaminya berniat ingin menceraikannya. Padahal usia pernikahan mereka hanya berkisar dua minggu saja. Apa yang harus dilakukan oleh Dwi? Apakah dia akan pasrah menerima keputusan suaminya dan berstatus sebagai janda di usia yang masih belia? Yuk ikuti ceritanya! viewsCompleted Ibu Mertua Melarang BerKB Melati dilarang menggunakan KB oleh ibu mertuanya, karena ibu mertuanya itu menginginkan cucu yang banyak darinya, padahal kehidupan mereka jauh dari kata cukup. Mereka hanya tinggal di sebuah rumah petak yang hanya memiliki dua buah kamar, bahkan suami Melati hanyalah seorang sopir angkutan umum. Melati akhirnya menuruti kemauan ibu mertuanya itu, hingga ia kini memiliki 4 orang anak di usianya yang ke 32 tahun. Hal tersebut menjadikan dirinya bahan bullyan tetangga, karena harus tinggal di rumah yang sempit dengan anggota keluarga berjumlah 7 orang. Namun, tanpa Malati tahu, rupanya mertuanya itu adalah seorang konglomerat yang berpura-pura hidup miskin. 0382 viewsOngoing Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua Meski sudah menikah, keluarganya tak pernah berhenti mengintimidasi dan meminta uang kapan saja, sementara orang-orang yang iri selalu berusaha menjatuhkan Hana. Mulai dari teror lewat pesan teks berantai, maupun bullyan verbal saat Hana muncul di ruang publik. Hingga suatu hari, sebuah rahasia akhirnya terbongkar kalau ternyata orangtua yang selama ini merawat Hana bukanlah orangtua kandungnya. viewsOngoing Suamiku selingkuh dengan ibu mertua Kehidupan rumah tangga Aila mulai hancur saat datang istri baru ayah mertuanya yang masih muda dan cantik. Suami Aila, Rendy, mulai meninggalkannya dan membuat Aila menderita. ibu mertua tiri membuat Aila seperti pembantu di rumahnya sendiri, menghinanya, dan membuat suami Aila berpaling darinya. Hati Aila merasa semakin hancur ketikan mengetahui perselingkuhan suaminya dengan ibu mertuanya sendiri. Dokter Alex yang merawat ayah mertua Aila pun membantunya dari keterpurukan itu, meningkatkan kepercayaan diri Aila. viewsOngoing MADU SATU MERTUA Rasti harus menerima kenyataan pahit saat sang suami menikahi istri dari adiknya yang meninggal dalam kecelakaan. Tidak ada pilihan lain baginya karena segala yang terjadi seakan tiba-tiba datang. Ia yang hidup sebatang kara tentu tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan kala danang berjanji pernikahan itu hanyalah formalitas untuk membuat orang tuanya merasa bahagia. Namun, benarkah hanya formalitas belaka? Akankah Danang berpegang teguh pada janji yang telah ia ucapkan terhadap sang istri? Atau justru, Danang akan terlibat cinta segi tiga yang sangat rumit hingga ia akan mengalami sebuah kesulitan dalam memutuskan pelabuahn hatinya kelak? Di saat berada dalam situasi yang menyakitkan, Rasti menemukan sebuah rahasia besar akan misteri meninggalnya bapak dan ibu dalam sebuah tragedi kecelakaan hingga dirinya harus kehilangan dunianya. Dan iapun pada akhirnya menemukan rahasia yang telah disembunyikan keluarga suaminya selama bertahun-tahun. Seperti apakah kisah Rasti sebenarnya? Ayo, ikuti cerita ini. Dijamin seru dan menguras perasaan. viewsCompleted Mendadak jadi Ibu Sabrina Titian Saputra, gadis muda yang dipaksa hidup sebatang kara karena terbuang oleh orang tuanya. Hari-harinya hanya ada kuliah serta bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Namun siapa sangka jika salah satu teman kampusnya membuat dirinya kehilangan beasiswanya. Ditengah kesedihan tersebut, muncullah bidadari kecil yang menggenggam tangannya disebuah taman. "Are you oke mama ??" viewsCompleted RAHASIA IBU Wulan bertekad mencari ayahnya setelah Rahasia selama delapan belas tahun terkuak. Berbagai cara dilakukan Wulan agar bisa dekat dengan sang ayah, meski harus menjadi pembantu rumah tangga di rumah mewah Amar Prawira. Mampukah Amar Prawira mengenali putri kandungnya? Rahasia apalagi yang terbuka setelah sekian lama ditutupi? viewsOngoing Kisah Desah - Perkenalkan dulu namaku Yudi. Sudah satu minggu ini akau berada di rumah sendirian. Istriku, Ririn, sedang ditugaskan dari kantor tempatnya bekerja untuk mengikuti suatu pelatihan yang dilaksanakan di kota lain selama dua minggu. Terus terang saja aku jadi kesepian juga rasanya. Kalau mau tidur rasanya kok aneh juga, kok sendirian dan sepi, padahal biasanya ada istri di sisiku. Memang perkimpoian kami belum dikaruniai anak. Maklum baru 1 tahun berjalan. Karena sendirian itu, dan maklum karena otak laki-laki, pikirannya jadi DominoQQ, BandarQ, Bandar Sakong, Dominobet, Situs Poker Online Terpercaya di IndonesiaAku teringat peristiwa yang aku alami dengan ibu mertuaku. Ibu mertuaku memang bukan ibu kandung istriku, karena ibu kandung Ririn telah meninggal dunia. Ayah mertuaku kemudian kimpoi lagi dengan ibu mertuaku yang sekarang ini dan kebetulan tidak mempunyai anak. Ibu mertuaku ini umurnya sekitar 40 tahun, wajahnya ayu, dan tubuhnya benar-benar sintal dan padat sesuai dengan wanita idamanku. Buah dadanya besar sesuai dengan pinggulnya. Demikian juga pantatnya juga bahenol banget. Aku sering membayangkan ibu mertuaku itu kalau sedang telentang pasti vaginanya membusung ke atas terganjal pantatnya yang besar itu. Hemm, sungguh itu terjadi waktu malam dua hari sebelum hari perkawainanku dengan Ririn. Waktu itu aku duduk berdua di kamar keluarga sambil membicarakan persiapan perkimpoianku. Mendadak lampu mati. Dalam kegelapan itu, ibu mertuaku waktu itu masih calon berdiri, saya pikir akan mencari lilin, tetapi justru ibu mertuaku memeluk dan menciumi pipi dan bibirku dengan lembut dan mesra. Aku kaget dan melongo karena aku tidak mengira sama sekali diciumi oleh calon ibu mertuaku yang cantik itu. Cerita DewasaHari-hari berikutnya aku bersikap seperti biasa, demikian juga ibu mertuaku. Pada saat-saat aku duduk berdua dengan dia, aku sering memberanikan diri memandang ibu mertuaku lama-lama, dan dia biasanya tersenyum manis dan berkata, “Apaa..?, sudah-sudah, ibu jadi malu”.Terus terang saja aku sebenarnya merindukan untuk dapat bermesraan dengan ibu mertuaku itu. Aku kadang-kadang sagat merasa bersalah dengan Ririn istriku, dan juga ayahku mertua yang baik hati. Kadang-kadang aku demikian kurang ajar membayangkan ibu mertuaku disetubuhi ayah mertuaku, aku bayangkan kemaluan ayah mertuaku keluar masuk vagina ibu mertuaku, Ooh alangkah…! Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertuaku. Ibu mertuaku juga sayang sama kami, walaupun Ririn adalah anak hari berikutnya, aku ditelepon ibu mertuaku, minta agar sore harinya aku dapat mengantarkan ibu menengok famili yang sedang berada di rumah sakit, karena ayah mertuaku sedang pergi ke kota lain untuk urusan bisnis. Aku sih setuju saja. Sore harinya kami jadi pergi ke rumah sakit, dan pulang sudah sehabis maghrib. Seperti biasa aku selalu bersikap sopan dan hormat pada ibu perjalan pulang itu, aku memberanikan diri bertanya, “Bu, ngapain sih dulu ibu kok cium Yudi?”.“Aah, kamu ini kok maih diingat-ingat juga siih”, jawab ibuku sambil memandangku.“Jelas dong buu…, Kan asyiik”, kataku menggoda.“Naah, tambah kurang ajar thoo, Ingat Ririn lho Yud…, Nanti kedengaran ayahmu juga bisa geger lho Yud”.“Tapii, sebenarnya kenapa siih bu…, Yudi jadi penasaran lho”.“Aah, ini anak kok nggak mau diem siih, Tapi eeh…, anu…, Yud, sebenarnya waktu itu, waktu kita jagongan itu, ibu lihat tampangmu itu kok ganteng banget. Hidungmu, bibirmu, matamu yang agak kurang ajar itu kok membuat ibu jadi gemes banget deeh sama kamu. Makanya waktu lampu mati itu, entah setan dari mana, ibu jadi pengin banget menciummu dan merangkulmu. Ibu sebenarnya jadi malu sekali. Ibu macam apa kau ini, masa lihat menantunya sendiri kok blingsatan”.“Mungkin, setannya ya Yudi ini Bu…, Saat ini setannya itu juga deg-degan kalau lihat ibu mertuanya. Ibu boleh percaya boleh tidak, kadang-kadang kalau Yudi lagi sama Ririn, malah bayangin Ibu lho. Bener-bener nih. Sumpah deh. Kalau Ibu pernah bayangin Yudi nggak kalau lagi sama Bapak”, aku semakin berani.“aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Hati-hati setirnya. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama ibu mertuanya. Pasti ibu yang disalahin orang, Dikiranya yang tua niih yang ngebet”, katanya.“Padahal dua-duanya ngebet lo Bu. Buu, maafin Yudi deeh. Yudi jadi pengiin banget sama ibu lho…, Gimana niih, punya Yudi sakit kejepit celana nihh”, aku makin berani.“Aduuh Yuud, jangan gitu dong. Ibu jadi susah nih. Tapi terus terang aja Yuud.., Ibu jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Yud…, Yud kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…, Kita pulang ke rumahmu saja sekarang…, Toh lagi kosong khan…, Tapi Yud menggir sebentar Yud, ibu pengen cium kamu di sini”, kata ibu dengan suara aku jadi berdebar-debar sekali. Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah satu minggu tidak bersetubuh dengan istriku. Aku jadi nafsu banget. Aku minggir di tempat yang agak gelap. Sebenarnya kaca mobilku juga sudah gelap, sehingga tidak takut ketahuan orang. Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. Benar-benar, selama ini kami saling merindukan.“eehhm…, Yuud ibu kangen banget Yuud”, bisik ibu mertuaku.“Yudi juga buu”, bisikku.“Yuud…, udah dulu Yud…, eehmm udah dulu”, napas kami memburu.“Ayo jalan lagi…, Hati-hati yaa”, kata ibu mertuaku.“Buu penisku kejepit niih…, Sakit”, kataku.“iich anak nakal”, Pahaku dicubitnya.“Okey…, buka dulu ritsluitingnya”, aku buka celanaku, aku turuni celana dalamku. Woo, langsung berdiri tegang banget. Tangan kiri ibu, aku tuntun untuk memegang penisku. DominoQQ“Aduuh Yuud. Gede banget pelirmu…, Biar ibu pegangin, Ayo jalan. Hati-hati setirnya”.Aku masukkan persneling satu, dan mobil melaju pulang. Penisku dipegangi ibu mertuaku, jempolnya mengelus-elus kepala penisku dengan lembut. Aduuh, gelii… nikmat sekali. Mobil berjalan tenang, kami berdiam diri, tetapi tangan ibu terus memijat dan mengelus-elus penisku dengan di rumahku, aku turun membuka pintu, dan langsung masuk garasi. Garasi aku tutup kembali. Kami bergandengan tangan masuk ke ruang tamu. Kami duduk di sofa dan berpandangan dengan penuh kerinduan. Suasana begitu hening dan romantis, kami berpelukan lagi, berciuman lagi, makin menggelora. Kami tumpahkan kerinduan kami. Aku ciumi ibu mertuaku dengan penuh nafsu. Aku rogoh buah dadanya yang selalu aku bayangkan, aduuh benar-benar besar dan lembut.“Buu, Yudi kangen banget buu…, Yudi kangen banget”.“Aduuh Yuud, ibu juga…, Peluklah ibu Yud, peluklah ibu” nafasnya semakin terpejam, aku ciumi matanya, pipinya, aku lumat bibirnya, dan lidahku aku masukkan ke mulutnya. Ibu agak kaget dan membuka matanya. Kemudian dengan serta-merta lidahku disedotnya dengan penuh nafsu.“Eehhmm.., Yud, ibu belum pernah ciuman seperti ini…, Lagi Yud masukkan lidahmu ke mulut ibu”Ibu mendorongku pelan, memandangku dengan mesra. Dirangkulnya lagi diriku dan berbisik, “Yud, bawalah Ibu ke kamar…, Enakan di kamar, jangan disini”.Dengan berangkulan kami masuk ke kamar tengah yang kosong. Aku merasa tidak enak di tempat tidur kami. Aku merasa tidak enak dengan Ririn apabila kami memakai tempat tidur di kamar kami.“Bu kita pakai kamar tengah saja yaa”.“Okey, Yud. Aku juga nggak enak pakai kamar tidurmu. Lebih bebas di kamar ini”, kata ibu mertuaku penuh pengertian. Aku remas pantatnya yang bahenol.“iich.., dasar anak nakal”, ibu mertuaku merengut duduk di tempat tidur, sambil beciuman aku buka pakaian ibu mertuaku. Aku sungguh terpesona dengan kulit ibuku yang putih bersih dan mulus dengan buah dadanya yang besar menggantung indah. Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Celana dalamnya aku pelorotkan dan aku pelorotkan dari kakinya yang indah. Sekali lagi aku kagum melihat vagina ibu mertuaku yang tebal dengan bulunya yang tebal keriting. Seperti aku membayangkan selama ini, vagina ibu mertuaku benar menonjol ke atas terganjal pantatnya yang besar. Aku tidak tahan lagi memandang keindahan ibu mertuaku telentang di depanku. Aku buka pakaianku dan penisku sudah benar-benar tegak sempurna. Ibu mertuaku memandangku dengan tanpa berkedip. Kami saling merindukan kebersamaan ini. Aku berbaring miring di samping ibu mertuaku. Aku ciumi, kuraba, kuelus semuanya, dari bibirnya sampai pahanya yang remas lembut buah dadanya, kuelus perutnya, vaginanya, klitorisnya aku main-mainkan. Liangnya vaginanya sudah basah. Jariku aku basahi dengan cairan vagina ibu mertuaku, dan aku usapkan lembut di clitorisnya. Ibu menggelinjang keenakan dan mendesis-desis. Sementara peliku dipegang ibu dan dielus-elusnya. Kerinduan kami selama ini sudah mendesak untuk ditumpahkan dan dituntaskan malam ini. Ibu menggeliat-geliat, meremas-remas kepalaku dan rambutku, mengelus punggungku, pantatku, dan akhirnya memegang penisku yang sudah siap sedia masuk ke liang vagina ibu mertuaku. Cerita Mesum“Buu, aku kaangen banget buu…, Yudi kanget banget…, Yudi anak nakal buu..”, bisikku.“Yuud…, ibu juga. sshh…, masukin Yuud…, masukin sekarang…, Ibu sudah pengiin banget Yuud, Yuudm…”, bisik ibuku tersengal-sengal. Aku naik ke atas ibu mertuaku bertelakn pada siku dan kananku mengelus wajahnya, pipinya, hidungnya dan bibir ibu mertuaku. Kami berpandangan. Berpandangan sangat mesra. Penisku dituntunnya masuk ke liang vaginanya yang sudah basah. Ditempelkannya dan digesek-gesekan di bibir vaginanya, di clitorisnya. Tangan kirinya memegang pantatku, menekan turun sedikit dan melepaskan tekanannya memberi komando ibu mertuaku dikangkangnya lebar-lebar, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke vagina ibu mertuaku. Kepala penisku mulai masuk, makin dalam, makin dalam dan akhirnya masuk semuanya sampai ke pangkalnya. Aku mulai turun naik dengan teratur, keluar masuk, keluar masuk dalam vagina yang basah dan licin. Aduuh enaak, enaak sekali.“Masukkan separo saja Yud. Keluar-masukkan kepalanya yang besar ini…, Aduuh garis kepalanya enaak sekali”.Nafsu kami semakin menggelora. Aku semakin cepat, semakin memompa penisku ke vagina ibu mertuaku. “Buu, Yudi masuk semua, masuk semua buu”“Iyaa Yuud, enaak banget. Pelirmu ngganjel banget. Gede banget rasane. Ibu marem banget” kami mendesis-desis, menggeliat-geliat, melenguh penuh kenikmatan. Sementara itu kakinya yang tadi mengangkang sekarang vaginanya tebal banget. Aku paling tidak tahan lagi kalau sudah begini. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yang licin, yang tebal, yang sempit karena sudah kontraksi mau puncak. Bunyinya kecepak-kecepok membuat aku semakin bernafsu. Aduuh, aku sudah tidak tahan lagi.“Buu Yudi mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”.“ssh…, hiiya Yuud, keluariin Yuud, keluarin”.“Ibu juga mau muncaak, mau muncaak…, Yuudm, Yudm, Teruss Yuudm”, Kami berpagutan kuat-kuat. Napas kami terhenti. Penisku aku tekan kuat-kuat ke dalam vagina ibu penisku berdenyut-denyut. menyemprotlah sudah spermaku ke vagina ibu mertuaku. Kami bersama-sama menikmati puncak persetubuhan kami. Kerinduan, ketegangan kami tumpah sudah. Rasanya lemas sekali. Napas yang tadi hampir terputus semakin angkat badanku. Akan aku cabut penisku yang sudah menancap dari dalam liang vaginanya, tetapi ditahan ibu mertuaku.“Biar di dalam dulu Yuud…, Ayo miring, kamu berat sekali. Kamu nekad saja…, masa’ orang ditindih sekuatnya”, katanya sambil memencet hidungku. Kami miring, berhadapan, Ibu mertuaku memencet hidungku lagi, “Dasar anak kurang ajar…, Berani sama ibunya.., Masa ibunya dinaikin, Tapi Yuud…, ibu nikmat banget, marem’ banget. Ibu belum pernah merasakan seperti ini”.“Buu, Yudi juga buu. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…, Punya bapaknya kok dimakan. Ibu juga, punya anakya kok ya dimakan, diminum”, kataku menggodanya.“Huush, dasar anak nakal.., Ayo dilepas Yuud.., Aduuh berantakan niih Spermamu pada tumpah di sprei, Keringatmu juga basahi tetek ibu niih”.“Buu, malam ini ibu nggak usah pulang. Aku pengin dikelonin ibu malam ini. Aku pengin diteteki sampai pagi”, kataku. LaguQQ“Ooh jangan cah bagus…, kalau dituruti Ibu juga penginnya begitu. Tapi tidak boleh begitu. Kalau ketahuan orang bisa geger deeh”, jawab ibuku.“Tapi buu, Yudi rasanya emoh pisah sama ibu”.“Hiyya, ibu tahu, tapi kita harus pakai otak dong. Toh, ibu tidak akan kabur.., justru kalau kita tidak hati-hati, semuanya akan bubar deh”.Kami saling berpegangan tangan, berpandangan dengan mesra, berciuman lagi penuh kelembutan. Tiada kata-kata yang keluar, tidak dapat diwujudkan dalam kata-kata. Kami saling mengasihi, antara ibu dan anak, antara seorang pria dan seorang wanita, kami tulus mengasihi satu sama itu kami mandi bersama, saling menyabuni, menggosok, meraba dan membelai. Penisku dicuci oleh ibu mertuaku, sampai tegak lagi.“Sudaah, sudaah, jangan nekad saja. Ayo nanti keburu malam”.Malam itu sungguh sangat berkesan dalam hidupku. Hari-hari selanjutnya berjalan normal seperti biasanya. Kami saling menjaga diri. Kami menumpahkan kerinduan kami hanya apabila benar-benar aman. Tetapi kami banyak kesempatan untuk sekedar berciuman dan membelai. Kadang-kadang dengan berpandangan mata saja kami sudah menyalurkan kerinduan kami. Kami semakin sabar, semakain dewasa dalam menjaga hubungan cinta-kasih kami. Berita tentang rencana acara peringatan tiga tahun meninggalnya almarhum ayah mertuaku yang disampaikan Rosyid saudara istriku dari kampung, tidak terlalu mengejutkan. Karena aku dan istriku Marni telah memperhitungkan sebelumnya hingga sudah menyiapkan anggaran untuk keperluan kegiatan itu guna membantu ibu yang membuatku terkejut, sebelum pulang Rosyid menyeretku dan berbisik memberitahu bahwa di kampung belakangan santer beredar isu bahwa ibu mertuaku ada main dengan Barnas, tukang ojek warga setempat. “Saya kira Barnas hanya mengincar duitnya Bude Amah nama ibu mertuaku Salamah. Bude kan sudah tua, masa sih Kang Barnas mau kalau nggak ngincar uangnya,” kata Rosyid, saat aku mengantar dia keluar rumah dan tidak ada Marni di dekat Rosyid, ia menyampaikan itu agar aku jangan kaget jika mendengarnya. Juga diharapkan dapat mengingatkan ibu mertuaku. Karena menurut Rosyid, warga kampung sudah geregetan dan berniat menggerebeknya kalau sampai ketahuan. “Terima kasih informasinya Sid. Saya akan mencoba mengingatkan ibu kalau ada saat yang perselingkuhan ibu mertuaku dengan tukang ojek itulah yang membuatku banyak termenung dalam bus yang membawaku dari Jakarta menuju ke desa di sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Seperti halnya Rosyid, aku juga tidak habis pikir kenapa ibu mertuaku sampai terlibat selingkuh dengan bekas istri Sekdes dan tergolong orang berada di kampungnya, ibu mertuaku termasuk pandai merawat diri di samping tergolong lumayan cantik. Maka meskipun usianya telah 52 tahun, masih nampak sisa-sisa berkulit bersih itu juga bisa dibilang masih menyimpan pesona untuk membangkitkan hasrat lelaki. Jadi tidak benar anggapan Rosyid bahwa ibu mertuaku tidak menarik lagi bagi laki-laki. Bagian pantat dan busungan buah dadanya memang masih menantang. Aku tahu itu karena ibu mertuaku sering hanya mengenakan kutang dan menutup tubuhnya dengan balutan kain panjang saat di dalam dari tubuh ibu mertuaku yang sudah kurang menarik hanya pada bagian perutnya. Seperti kebanyakan wanita seusia dia, perutnya sudah tidak rata. Juga lipatan yang sudah mulai muncul di bagian leher dan kelopak untuk bagian tubuh yang lainnya, sungguh masih mampu membuat jakunku turun naik. Kakinya yang panjang, betisnya masih membentuk bulir padi dengan paha yang mulus dan membulat kekar. Dadanya juga sangat montok. Entah kalau soal masih kenyal dan tidaknya. Aku sendiri suka ngiler karena tetek istriku tak sebesar punya ibunya itu di samping kulit istriku tak secerah kulit ketika ibu berkunjung dan menginap beberapa lama di rumahku, aku nyaris gelap mata. Saat itu Marni istriku baru melahirkan anak pertamanya. Ibu sengaja datang dan tinggal cukup lama untuk menggantikan peran Marni mengurus tinggal di rumahku, kebiasaan ibu mertuaku di desa yang hanya mengenakan kutang dan membalut tubuh bagian bawah dengan kain panjang saat di rumah, tetap dilakukannya. Alasannya, Jakarta sangat panas hingga ia merasa lebih nyaman berbusana ala Tarzan seperti tidak ada masalah, karena ibu mertuaku hanya berpakaian seperti itu saat ada di dalam rumah. Namun khusus bagiku saat itu jadi terasa menyiksa. Betapa tidak, sementara harus berpuasa syahwat karena istri yang tidak bisa melayani selama 40 hari setelah melahirkan sementara setiap saat aku seolah disodori pemandangan menggiurkan penampilan ibu ibu mertuaku tanpa merasa risi sering berpakaian setengah telanjang memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya yang masih merangsang di hadapanku. Bahkan kutang yang dipakainya kerap tampak kekecilan hingga susunya yang besar tidak bisa muat sepenuhnya terbungkus kutang yang dipakainya. Aku jadi tersiksa, terpanggang oleh nafsu yang tak bahkan pernah gelap mata dan nyaris nekad. Malam itu, saat hendak buang air kecil ke kamar mandi, aku sempat berpapasan dengan ibu mertuaku yang juga baru dari kamar mandi. Namun yang membuat mataku melotot, ia keluar dari kamar mandi nyaris bugil. Hanya mengenakan BH, sementara kain panjang yang biasa dipakainya belum dilitkan di dengan santainya, sambil jalan digunakannya kain panjang itu untuk mengelap bagian bawah tubuhnya yang basah. Terutama di selangkangannya untuk mengelap memeknya yang baru tersiram air. “Ee.. ee.. kamu belum tidur Win?” katanya tergagap ketika menyadari kehadiranku.“Be.. be.. belum Bu. Saya mau ke kamar mandi dulu,” ujarku sambil memelototi tubuh telanjangnya jadi tersipu ketika merasa sorot mata menantunya terarah ke selangkangannya. Ia berusaha dengan susah-payah melilitkan kain panjangnya untuk menutupi bagian tubuhnya itu. Lalu bergegas menuju ke kamarnya. Namun sebelum masuk ke kamar ia sempat berpaling dan melempar senyum padaku. Senyum yang sangat sulit malam itu menjadi malam yang sangat menyiksa. Sebab kendati sepintas aku sempat melihat kemulusan pahanya serta memeknya yang berjembut lebat serta pinggul dan pantatnya yang besar. Akibatnya kejantananku yang sudah hampir setengah bulan tak mendapatkan penyaluran langsung berdiri mengacung dan tak mau tidak menimbang bahwa dia adalah ibu dari wanita yang kini menjadi istriku dan nenek dari anakku, rasanya aku nyaris nekad mengetuk pintu kamarnya. Sebab dari senyumnya sepertinya ia memberi peluang. Dan aku sangat yakin di usianya yang telah 52 tahun ia masih memiliki hasrat untuk disentuh meredakan ketegangan yang sudah naik ke ubun-ubun, malam itu aku menyalurkan sendiri hasrat seksualku dengan beronani. Aku mengocok di kamar mandi sambil membayangkan nikmatnya meremasi tetek besar ibu mertuaku serta menancapkan kontolku ke lubang memeknya yang berbulu sangat soal ibu mertuaku yang terlibat perselingkuhan dengan tukang ojek, ternyata bukan isapan jempol. Itu kutahu setelah sampai di kampungku. Aku mendapatkan kepastian itu dari Ridwan, temanku yang menjadi guru di salah satu SD di kampungku. Aku memang sempat mampir ke rumahnya sebelum ke rumah ibu mertuaku.“Kalau mungkin setelah acara peringatan almarhum ayah mertuamu, sebaiknya Bu Amah kamu ajak saja ke Jakarta Win. Jadi tidak menjadi aib keluarga. Soalnya orang-orang sudah mulai menggunjingkan,” kata dia saat aku saran Ridwan memang sangat tepat. Tetapi kalau ibu mertuaku menolak, rasanya sulit juga untuk memaksanya. Untuk berterus terang bahwa sudah banyak warga kampung yang tahu bahwa ibu mertuaku berselingkuh dengan Barnas dan warga berniat menggerebeknya, ah rasanya sangat tidak pantas mengingat kedudukanku sebagai berpikir keras dalam perjalanan ke rumah ibu mertuaku, kutemukan sebuah solusi. Bahkan ketika aku mulai memikirkan langkah-langkah yang akan kulakukan, tak terasa batang penisku jadi menegang. Hingga aku segera bergegas agar segera sampai ke rumah dan tidak kemalaman. Aku takut ibu mertuaku sudah tidur dan tidak bisa menjalankan ibu mertuaku belum tidur dan ia sendiri yang membukakan saat aku mengetuk pintu. Seperti biasa setelah kucium tangannya, ibu langsung memelukku. Namun berbeda dari biasanya, pelukan ibu mertuaku yang biasanya kusambut biasa-biasa saja tanpa perasaan kali ini sangat kunikmati. Bahkan kudekap erat hingga tubuhnya benar-benar merapat ke biasa ia hanya memakai kutang dan melilitkan kain panjang di pinggangnya. Saat kupeluk buah dadanya terasa menekan lembut ke dadaku. Teteknya yang besar masih lumayan kenyal, begitu aku membathin sambil tetap dengan sengaja aku sempat mengusap-usap punggungnya dan mukaku sengaja kudekatkan hingga pipiku dan pipinya saling menempel. Tidak hanya itu, aku yang memang punya rencana tersendiri, sengaja mencoba memancing reaksinya. Puas merabai kehalusan kulit punggungnya, tanganku meliar turun. Ke pinggangnya dan terus ke bokongnya yang terbalut lilitan kain ibu mertuaku tidak memakai celana dalam. Karena tidak kurasakan adanya pakaian dalam yang dikenakan. Namun yang membuatku makin terangsang, pantat besar ibu mertuaku ternyata masih cukup liat dan padat. Ah, pantas saja Barnas mau menjadi pasangan selingkuhnya. Rupanya Barnas punya selera yang bagus juga pada tubuh perempuan, pikirku kembali tidak menyadari atau menikmati yang tengah kulakukan, ibu mertuaku tidak memprotes saat tanganku mulai meremasi bongkahan pantatnya. Namun setelah beberapa lama akhirnya ia bereaksi. “Uu… udah Win nggak enak kalau ketahuan si mbok. Ia belum tidur, masih bersih-bersih di dapur,” ujarnya.“I. ii.. iya Bu. Maaf saya kangen banget sama ibu,”“Marni dan Rafi nggak ikut Win?” kata ibu padanya kehamilan Marni sudah masuk ke hitungan sembilan bulan dan Rafi sering rewel kalau berpergian jauh tanpa ibunya jadi mereka tidak ikut pulang. “Ohh… ya nggak apa-apa. Manto adik istriku juga katanya tidak bisa datang. Dia cuma kirim wesel,” ujarnya ibu aku diantar ke kamar yang biasa kupakai bersama Marni saat pulang kampung. Namun saat ia menyuruhku mandi, kukatakan bahwa tubuhku agak meriang. “Oh.. biar si mbok ibu suruh merebus air untuk kamu mandi biar seger. Sudah kamu tiduran saja dulu. Kalau mau nanti ibu pijitin dan dibalur dengan minyak dan bawang merah ditambah balsem gosok setelah mandi biar hilang masuk anginnya,” katanya sambil bergegas keluar dari ia melangkah pergi, kupandangi goyangan pantat besarnya yang tercetak oleh lilitan kain panjang yang dipakainya. Pantat yang masih padat dan liat. Perutnya memang mulai sedikit membuncit. Maklum karena usianya sudah tidak muda lagi. Namun dengan posturnya yang tinggi besar kekurangannya di bagian perut itu dapat mandi dan makan malam, aku pamit pada ibu mertuaku untuk masuk kamar. Tetapi sambil jalan aku kembali berpura-pura seperti orang yang tengah tidak enak badan. Maksudku untuk mengingatkan ibu mertuaku perihal tawarannya untuk memijiti tubuhku. Dan benar saja, melihat aku memegangi kepalaku yang sebenarnya tidak pusing dia langsung tanggap.“Oh ya mbok, tolong ambilkan minyak goreng, bawang merah dan balsem untuk memijit Nak Win. Sesudah itu si mbok tidur saja istirahat karena besok harus siap-siap masak,” perintah ibu mertuaku pada Mbok Dar, pembantu yang sudah lama ikut keluarga lebih dari lima menit, ibu mertua menyusulku masuk kamar membawa piring kecil berisi minyak goreng, irisan bawang merah dan uang logam serta balsem gosok. “Katanya mau dipijit. Ayo buka kaos dan sarungnya. Kalau dibiarkan bisa tambah parah masuk anginnya,” ujarnya setelah duduk di tepian ranjang tempat aku itu aku hanya memakai celana dalam tipis di balik sarung yang kupakai. Maka setelah sarung dan kaos kulepas, seperti halnya ibu mertuaku yang hanya memakai kutang dan membalut tubuh dengan kain panjang, tinggal celana dalam tipis yang masih melekat di kulihat mata ibu mertuaku menatapi tonjolan yang tercetak di celana dalamku. Sejak memeluk dan meremas pantat ibu mertuaku serta merasakan busungan buah dadanya menempel di dadaku, penisku memang mulai bangkit. Kuyakin batang kontolku itulah yang tengah menjadi perhatiannya. Boleh jadi ia mengagumi batang kontolku yang memang ukurannya tergolong panjang dan memang tidak menatapi secara langsung ke selangknganku. Tetapi sambil mencampurkan bawang merah, minyak dan balsem di piring untuk dibalurkan di tubuhku sebelum dipijat, sesekali ia mencuri pandang. Aku makin yakin bahwa gairahnya dalam urusan ranjang memang masih belum padam. Dan karena lirikan mata ibu yang sering tertuju ke selangkanganku itulah aku menjadi makin berani melaksanakan siasat yang telah kurencanakan.“Bu sebenarnya saya nggak meriang. Saya hanya ingin ngoborol berdua dengan ibu karena kangen dan ada yang ingin disampaikan,” ujarku mertuaku tampak kaget. Ia yang tadinya hendak membalurkan campuran balsem, minyak kelapa dan bawang merah ke dadaku diurungkannya dan menatapku penuh tanda tanya. Bahkan terlihat makin panik ketika kukatakan bahwa yang ingin kuketahui adalah soal hubungannya dengan Barnas, pria yang berprofesi sebagai pengojek termasuk soal kegeraman masyarakat yang ingin menangkap basah ibu dan selingkuhannya piring kecil berisi ramuan untuk urut yang dipegangnya tumpah karena kekagetannya, segera kuambil alih. Sambil bangkit dari tidur, kuugenggam tangan ibu mertuaku setelah piringnya kutaruh di meja kecil dekat tempat tidur. “Ibu ceritakan saja sejujurnya pada saya biar nanti kalau sampai Marni tahu saya bisa membantu menjelaskan dan memberinya pengertian,” kataku.“Jangan Win, tolong jangan. Jangan sampai Mirna tahu soal ini. Dia belum tahu kan?” Ibu mertuaku menghiba. Ia tampak makin panik.“Belum Bu. Hanya saya yang tahu dari orang-orang. Makanya ibu ceritakan saja semuanya. Ibu benar-benar serius hubungannya dengan Barnas?”Setelah kudesak dan kuyakinkan bahwa aku tidak akan menceritakannya pada Marni, ia akhirnya bercerita. Menurutnya, ia sampai berhubungan dengan Barnas karena iseng dan kesepian. Setelah mencobanya sekali, menurut pengakuan ibu mertuaku, sebenarnya ia tidak berniat mengulangnya lagi. Takut menjadi gunjingan di setiap kesempatan Barnas sering datang dan mendesak. Bahkan mengancam akan menceritakan kepada orang-orang bila ibu mertuaku tidak melayaninya. Hingga sudah tiga kali terpaksa ibu mertuaku melayani Barnas. “Setelah bapaknya Marni tidak ada ibu sering kesepian Win. Sampai akhirnya ibu khilaf,” ujarnya.“Kalau dengan Pak Lurah, hubungannya sejauh mana Bu,”Aku mempertanyakan itu karena selain dengan Barnas ada pula kabar miring yang kudengar dari teman di kampung, Pak Lurah juga sering bertandang ke rumah ibu mertuaku. Namun kabar miring itu ditepisnya tegas-tegas oleh ibu mengakui beberapa kali Pak Lurah datang ke rumah. Bahkan pernah mengajaknya untuk menikah siri atau menikah tidak resmi. Tetapi menurut ibu mertuaku, ia dengan tegas telah menolaknya hingga akhirnya tidak pernah datang lagi.“Ibu memang cantik dan sexy sih. Saya saja suka nggak tahan kalau melihat ibu,” kataku mencoba memancing.“Huussh.. ngomong apa kamu Win. Ibu kan sudah tua,”“Eeh bener lho Bu. Ingat nggak waktu saya memergoki ibu malam-malam keluar dari kamar mandi dan sempat melihat i.. itunya Ibu?”Kuceritakan pada ibu mertuaku bahwa saat itu aku benar-benar sangat terangsang. Bahkan nyaris nekad menyusul ibu ke kamar. Namun karena takut ibu menolak, akhirnya kuurungan. Hanya di kamar, sampai pagi aku tidak bisa tidur karena hasrat yang tak tersenyum mendengar ceritaku. Menurutnya, saat itu ia memiliki perasaan serupa karena gairahnya juga lagi tinggi. “Kalau saat itu kamu nekad masuk kemar pasti kejadian deh,” itu mendorongku bertindak nekad. Kulingkarkan tanganku ke pundaknya dan kukecup lembut pipi ibu mertuaku. Ia agak kaget dengan tindakan nekadku itu namun tidak berusaha menolak. “Kalau begitu sekarang saja ya Bu. Saya pengin banget, ’ kataku berbisik di telinganya.“Ta.. ta.. tapi Win,”Tetapi ibu mertuaku tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena mulutnya langsung kusumbat dan kulumat dengan mulutku. Ia sempat gelagapan. Namun ia yang awalnya hanya diam atas serangan mendadak yang kulancarkan, akhirnya memberi perlawanan saat lidahku mulai kujulurkan menyapu di seputar rongga terus melumat bibirnya, aku makin berani untuk bertindak lebih jauh. Kuremas teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam. Namun karena kurang puas, tanganku merogoh untuk meremas langsung gunung kembarnya. Payudaranya ternyata sudah agak kendur. Hanya ukurannya benar-benar mantap. Bahkan lebih besar dibanding susu Marni meski dia sedang juga besar dan menonjol. Aku jadi makin gemas untuk terus meremas dan memain-mainkan pentil-pentilnya. Ibu mertuaku menggelinjang dan mendesah. Bahkan tanpa kuminta dilepaskannya pengait pada BH yang dipakainya hingga penutup buah dadanya terlepas. Aku jadi makin leluasa untuk terus meremasi teteknya.“Tetek ibu udah kendor ya Win?” kata ibu mertuaku lirih.“Ah nggak. Tetek ibu besar dan mantep. Saya sangat suka tetek ibu. Ngegemesin banget,”“Punya Marni juga besar kan?”“Tapi masih kalah besar di banding punya ibu ini,” kataku sambil meremas gemas dan membuat ibu mertuaku memekik yang semula pasif menyandar ke tubuhku sambil menikmati belaian dan remasan tanganku di teteknya, kian terbangkitkan hasratnya. Tangannya mulai menjalar dan menyentuh kontolku. Mengelus dan meraba meski masih dari luar celana dalam yang kupakai. Mungkin ia sudah kebelet ingin menggenggam dan melihat membantunya dengan memelorotkan celana dalamku. Benar saja, setelah terlepas ibu mertuaku langsung meraih batang zakarku. Mengelus kepala penisnya yang membonggol dan mengocok-ngocoknya perlahan batangnya. Tampaknya dia benar-benar ahli untuk urusan memanjakan pria. Bahkan biji-biji pelir kontolku diusap-usapnya menikmati kocokannya, kulepas lilitan kain panjang yang membungkus tubuh ibu mertuaku. Tidak terlalu sulit karena ia hanya melilitkan dan menggulungkannya di atas pusarnya. Sekali tarik langsung tidak keliru. Ia tidak memakai celana dalam di balik kain panjang yang dipakainya. Wow memeknya terlihat sangat membukit di antara kedua pangkal pahanya. Aku yang sudah dua bulan puasa karena perut Marni yang makin membesar akibat kehamilannya menjadi tidak sabar untuk segera menyentuhnya. KUbaringkan tubuh ibu mertuaku lalu aku mengambil posisi berbaring dengan arah cuma tetek Marni yang kalah besar dengan milik ibunya. Dari segi ukuran dan ketebalannya, memek mertuaku juga lebih unggul. Mantap dan menawarkan kehangatan yang menantang untuk direguk. Aku langsung mengecup dan mencerucupi inchi demi inchi organ vital milik ibu mertuaku. Menjilatinya mulai lipatan bagian dalam pahanya hingga ke bagian yang membukit dan ke celahnya yang hangat dan sudah mulai tak mau kalah. Kurasakan biji-biji pelirku dijilati dan dicerucupi serta dikulumnya. Tubuhku mengejang menahan kenikmatan yang tengah diberikan ibu mertuaku. Meski harus setengah dipaksa, Marni memang sering mengulum penisku sebelum bersetubuh. Namun yang dilakukan ibu mertuaku dengan mulutnya pada penisku sangat terlalu lama pertahananku bisa jebol dan KO sebelum dapat memberi kepuasan kepada ibu mertuaku. Aku tidak mau ibu mertuaku menyangsikan kejantananku. Apalagi di perselingkuhan pertama kami. Untuk mengimbangi permainannya, lidahku kubenamkan dalam-dalam di lubang memeknya dan mulai mencongkel-congkel membuka lebar-lebar pahanya dan menghentikan jilatan serta kulumannya pada kontolku. Rupanya ibu mulai menikmati permainan mulutku di liang sanggamanya. Itilnya makin menyembul keluar akibat pososi pahanya yang makin mengangkang. Makin kuintensifkan fokus permainanku pada kelentitnya. Kukecupi, kuhisap dan kutarik-tarik itilnya dengan bibirku.“Aakkhhhh… ssshh aahhhkkkhh enak bangat Win. Kamu apakan itil ibu Win. Aakkkhh… aakhhhh… aaaaaahhhhh,”Rintihan dan erangan ibu makin menjadi. Bahkan sesekali terlontar kata-kata jorok dari mulutnya. Bisa-bisa Mbok Darmi, pembantu ibu mertuaku yang tidur di belakang mendengar dan menaruh curiga. Maka langsung kutindih tubuh ibu dan kusumbat mulutnya dengan mulutku. Lalu dengan tanganku, kuarahkan kontolku ke liang ibu mertuaku menggerinjal saat batang penisku menerobos masuk di lubang memeknya. Ia memekik tertahan dan dicubitnya pantatku. “Ih.. jangan kenceng-kenceng nusuknya. Kontol kamu kegedean tahu…” kata ibu mertuaku tapi tidak dalam nada juga dipuji ibu bahwa ukuran penisku cukup gede. “Sama punya Barnas gede mana Bu?”Ibu rupanya kurang suka nama itu disebut. Ia agak merengut. “Membayangkan ibu disetubuhi Barnas saya cemburu Bu. Makanya saya pengin tahu,” ujarku berbisik di telinganya.“Ibu tidak akan mengulang lagi Win. Ibu janji. Punya dia kalah jauh dibanding kontolmu. Memek ibu kayak nggak muat dimasuki kontolmu. Ah.. marem banget,” jawabnya ibu mendesah dan merintih ketika mulai kukocok lubang nikmatnya dengan penisku. Awalnya terdengar lirih. Namun semakin lama, saat ayunan dan hunjaman kontolku makin laju, kembali ia menjadi tak terkendali. Ia bukan hanya merintih tetapi mengerang-erang. Kata-kata joroknya juga ikut berhamburan.“Ah.. sshh… aaahh terus Win.. ya.. ya terus coblos memek ibu. Ah.. aaahhh… sshhh enak banget kontolmu Win. Gede dan mantep banget… aahhhh… aaaooooohhhh… ssshhhh,”Celoteh dan erangannya membuatku makin bernafsu. Apalagi ketika ibu mulai mengimbangi dengan goyangan pinggulnya dan membuat batang kontolku serasa diremas-remas di lubang memeknya. Ternyata memeknya masih sangat legit meski terasa sudah longgar dan kendur. Erangan ibu makin keras dan tak terkendali, tapi aku tak peduli.“Memek ibu juga enak banget. Saya suka ngentot sama ibu. Sshhh… aaahh.. yaa terus goyang bu… aahh.. ya. ya buu… aahsshhh,”Berkali-kali hunjaman kontolku kusentakkan di lubang memek ibu mertuaku. Ia jadi membeliak-beliak dan suara erangannya makin kencang. Goyangan pinggulnya juga terus berusaha mengimbangi kocokan kontolku di liang sanggamanya. Benar-benar nikmat dan pandai mengimbangi lawan ini kelebihan lain yang tidak kutemukan pada diri Marni, memek ibu yang tadinya terasa longgar otot-otot yang ada di dalamnya kini seakan hidup. Ikut bergerak dan menghisap. Ini mungkin yang dinamakan memek empot ayam. Aku jadi ikut kesetanan. Sambil terus menyodok-nyodokkan kontolku di lubang vaginanya, pentil tetek kuhisap mengerang sejadi-jadinya. Saat itulah kedua kakinya melingkar ke pinggangku, membelit dan menekannya kuat-kuat. Rupanya ia hendak mendapatkan puncak kenikmatannya. Makanya kusumbat mulut ibu dengan mulutku. Lidahnya kukulum dan kuhisap-hisap. Akhirnya, setelah kontolku serasa diperah cukup kencang, pertanahanku ikut berapa lama aku tertidur. Namun saat bangun, ibu mertuaku sudah tidak ada di ranjang tempat tidurku. Rupanya ia sedang berada di daput membuatkan teh panas untukku setelah membersihkan diri di kamar mandi. Seulas senyum memancar di wajahnya saat kami saling tatap sebelum aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Cerita Sex Terbaru – Setelah sebelumnya ada Cerita Ngentot istri Muda Seorang Pengusaha, kini ada cerita seks bergambar Cerita hot Pelukan Hangat Ibu Mertua. selamat membaca. Setelah perkawinannya dengan Asri, Budi memutuskan tinggal bersama mertuanya, ibu dari istrinya Asri. hal ini merupakan keputusan dia dan istrinya yang tidak tega meninggalkan mertuanya itu yang sudah lama ditinggal suaminya. Pada mulanya hubungan antara dia dan ibu mertuanya berjalan biasa-biasa saja sebgaimana mestinya, namun hampir satu tahun usia perkawinannya hal ini menjadi berubah. Kedekatan Budi dengan mertuanya itu semakin intim saja. Hal tersebut dikarenakan Asri yang semenjak diangkat sebagai wakil direktur di kantornya disibukan dengan pekerjaanya sehing hubungan keduanya semakin renggang bahkan mereka sudah sangat jarang melakukan hubungan badan. Kesibukannya sebagai wakil direktur membuat asri sering pulang sampai larut malam sehingga ketika diajak bersetubuh oleh suaminya ia sering pula menolaknya dengan alasan lelah dan sebagainya. Oleh karenanya Budi yang hanya manusia biasa dimana kabutuhan seksnya yang tinggi merasa resah dengan keadaan seperti itu. Jam dinding yang terpajang di ruang tengah telah menunjukan jam 8 malam, ia sedang sendiri menonton acara di televisi yang sudah membuat dirinya merasa bosan. Terlintas dipikirannya untuk menonton blue film sendirian sambil menunggu istrinya pulang. Adegan-adegan di film itu membuat dirinya sangat terangsang, sejenak ia melihat ke kiri dan kekanan untuk melihat skitarnya, dan setelah dirasanya aman kemudian ia membuka celananya dan memulai mengocok-ngocok kontolnya sendiri yang sudah menegang sejak dari tadi. Matanya sesekali terpejam tanpa mengentikan kocokannya, membayangkan dirinya seolah telah melakukan pergumulan dengan istrinya. Tiba-tiba ia sangat kaget dan tersentak oleh suara yang sudah tidak asing itu. “nak budi, sedang ngapain?” ditolehnya ke arah suara itu dan ternyata mertuanya sendiri ibu Rida, dengan panik kemudian ia berhenti mengocok dan langsung memakai celananya kembali. “ibu, a anu..” tidak melanjutkan bicaranya karena panik dan kebingungan, mukanya merah padam perbuatannya tadi diketahui oleh mertuanya. Kemudian bu Rida coba mendekatinya dan duduk disamping tepat sebelah kanan menantunya itu. “ibu ngerti koq nak budi, memang istrimu itu beberapa bulan terakhir ini sering pulang larut malam sehingga ga bisa melayani kebutuhan kamu” ujar mertuanya mencoba mengertikan keadaannya. “iya bu, tadi saya terpaksa melakukannya, tapi ibu jangan cerita siapa-siapa ya bu!” pintanya. bu Rida tidak menjawabnya dan hanya mengangguk. Prihatin dengan keadaan menantunya itu kemudian ia bergeser posisinya sehingga tubuh mereka sekarang dekat dan sedikit bersentuhan, diraihnya tangan budi oleh tangan kanannya bu Rida sedang tangan kirinya mengelus-elus rambutnya. “sabar ya nak budi!, kalo na budi menghendakinya dan suka, ibu rela koq” ujarnya sambil mengelus-elusnya. “ta tapi bu” agak terbata-bata menjawabnya, karena kaget juga ia mendengar perkatan itu keluar dari mulut seorang ibu yang mertuanya sendiri. Jantungnya berdetak sangant kencang seakan meledak tak tahan menahan gejolak yang ditimbulkan oleh keadaan seperti itu. Karena sudah mendapatkan lampu hijau dari mertuanya itu ia langsung mendekatkan wajahnya ke mukanya sehingga kini mereka berhadapan cukup dekat sekali, agak sedikit ragu-ragu namun akhirnya ia mencoba melumat bibirnya dengan pelan dan sesekali diciumi serta dijilatinya lehernya sehingga terdengar pelan suara desahan yang keluar dari mulut bu Rida. Setelah agak cukup lama menjilatinya di daerah leher kemudian dibaringkannya bu Rida di kursi sofa itu dan ditindihnya serta mencoba melucuti daster tipis yang dikenakannya, kini yang terlihat hanya bra dan cd nya yang berwarna putih. Sekali lagi mereka berciuman kembali dan berlanjut ke bagian bawahnya, di remas-remasnya kedua susu itu oleh kedua tanganya, sesekali di mainkannya putingnya serta disedotnya oleh bibirnya itu. “akhhh… geli bud geli” gumamnya yang terlihat sedang menikmati kedua susunya dimainkan seperti itu. Mata budi sekarang tertuju ke bagian lebih bawah lagi, pandangannya cukup tajam ke arah vaginanya yang masih terbungkus oleh cdnya itu. kemudian dimainkannya vaginan bu rida dengan jari nakan menantunya itu, gesekan-gesekan dan tusukan-tusukan meski masih terbalut itu membuat bu rida mengerang cukup keras, tak kuasa menahannya. Gejolak tersebut membuat keduanya sudah tidak tahan lagi dan masing-masig mulai melucuti pakaiannya sendiri, dengan posisi yang tidak berubah budi mencoba membimbing kontolnya dan memasukannya ke lobang vagina bu rida yang sudah tidak perawan itu, meski demikian lobangnya masih rapat, hal ini terlihat ketika kontol yang cukup gede itu agak sedikit susah masuknya ketika dimasukan. “bentar bud, ibu sakit” bu rida mengeluh. melihat ibu kesakitan karena kotolnya susah dimasukin ia segera mencabut kembali kontolnya yang hanya masuk sedikit saja. Kemudian ia mencoba memasukannya kembali dan akhirnya sekarang tidak ada suara rintihan dari bu rida, kali ini kontolnya sudah menancap masuk ke dalam, budi kemudian menggenjot-genjotnya agak cepat sehingga tubuh bu rida pun terlihat ikut bergoyang. “aughh… akhhh… ” hanya itu yang terdengar dari mulutnya bu rida. “terus bud! jangan berhenti, enak sekali” suruh bu rida. Agak lama mereka melakukan dengan posisi itu sampai akhirnya mereka mengganti posisi. posisi bu rida menungging membelakanginya dan kembali mengerang merasakan mikmatnya digenjot dari belakang. Setelah mereka melakukannya hampir kurang lebih satu jam dengan berganti-ganti posisi, akhirnya mereka sudah tidak tahan lagi ingin mengeluarkan sesuatu. “bu, saya udah ga tahan lagi nih, dikeluarinnya di dalam apa di luar?” tanyanya pada mertuanya itu. “iya bud, kayanya ibu juga mau keluar, di dalam aja, lagian ibu ga bakalan hamil koq” jawabnya. Crot.. crot… masing-masingmerasakan kehangatan cairan yang mereka keluarkan itu. Sebentar keduanya membaringkan diri kelelahan dengan posisi budi memeluknya erat penuh kasih sayang tubuh mertuanya. Sebelum menyudahi semuanya kembali mereka berciuman dengan mesranya sampai akhirnya mereka membereskan diri masing-masing serta membubarkan diri karena takut istrinya keburu datang. TAMAT by – Cerita Seks Mesum, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Hot Ngentot.

cerita dewasa dengan ibu mertua